Jumat, 06 Oktober 2017

COFFEE DORMITORY



COFFEE DORMITORY
Hidupku indah bahkan banyak orang menginginkanya tetapi berubah  begitu saja menjadi hitam kelabu tak berwarna. Pagi ini aku harus bangun pagi buta tak seperti biasanya. Aku mandi mengguyur seluruh badanku, rasanya air masuk seperti jarum-jarum yang menusuk di badan. Terdengar suara panggilan tuhan untuk mengingtkan sholat subuh. Agenda disini padat mengharuskan kita untuk menjaga stamina tubuh. By the way namaku Sinda febriani, sering di panggil cendol.
Tak semua orang tau pahit manisnya hidupku disini, sebagian menginginkan seperti ku. Beberapa orang mengagumkan kecantikan bahkan kepintaran ku., tetapi aku sendiri bingung akan hidupku yang semakin tak terarah. Aku rindu dengan kebahagianku yang dulu,kebahagian yang selalu terukir dalam senyumku. Semua yang aku inginkan tak semuanya berjalan dengan lurus gejolak penuh rintangan. Aku coba untuk menghadapi tanpa mengeluh. Kekasih mungkin sebagian remaja tak asing lagi dengan kata itu. Hidupku patah terpatahkan oleh kata itu. Hancur lebur tak terarah. Tak bisa kembali,hingga aku menemukan titik cerah cahaya yang penuh denga kesucian Tuhan.

Kalian menganggap ku seperti apa aku tak akan menggubris, aku akan tetap melangkah tanpa menoleh. Karena aku tau dengan aku tak mendengarkan kata-kata kalian hatiku tak akan sakit. Aku seorang gadis berumur 15 tahun yang penuh akan kegembiraan.  Masa Smp, mungkin kalian semua masih bersama denga orang tua, tapi tidak aku, aku harus tinggal jauh dari orang tua, penderitaanku dimulai dari smp. Aku jauh dari mereka, aku tak terawasi hingga membuat ku semena-mena sendiri, aku lakukan sesuka ku, hingga prestasiku menurun.

Terjebak dalam nonstalgia kehidupan yang penuh gemerlap dunia, aku tak percaya seorang  seperti ku terjerumus kedalamnya. Tapi aku selalu yakin disampingku ada seseorang yang akan membantuku kembali menuju jalan yang benar.
Pagi ini sejuk menyerngit hingga kehati. Suasana kelas yang seperti biasa terlihat akan penuh cahaya suci. Terlihat awan sedang mendung menandakan akan turunya hujan, aku tak habis fikir kenapa aku bisa berdiri disini menatap masa depan dengan menuntun cahaya allah yang penuh akan kesejukan, tetapi semuanya tak mudah aku dapatkan walaupun aku melepas sesuatu yang tak seharusnya  aku miliki, dan akan aku hadiahkan terhadap seseorang spesial lenyaplah sudah. Hidupku terampar disini.

Pahit manisnya hidupku nampak semua disini, berbagai masalah datang beriringan membuat ku frustasi dan ingin berteriak sekencang-kencangnya sambil melempar batu kelautan. Aku hanya makhluk kecil yang akan kembali ke rabb.
Tersontak akan kegiatan yang harus aku lakukan disini masalah yang lalu belum kelar datang baru masalah, sebenernya aku tak tahan akan disini tapi aku selalu terungat akan perkataan ustad ku disini. “ kalau kalian semua tidak betah disini kalian coba 1 tahun, kalau masih belum betah 2 tahun, dan kalau kalian semua tetap tidak betah kalian coba 3 tahun kemudian tetap tak betah di asrama silahkan kalian pulang”.



Hy guys,masih banyak lagi ceritaku diasrama jika kalian ingin mengetahui silahkan di baca blog yang selanjutnya yaa!!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar